Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Etika Bisnis. Tampilkan semua postingan

Rabu, 26 Oktober 2011

RAGAM ETIKA BISNIS

RAGAM ETIKA BISNIS
            Etika Bisnis merupakan studi yang dikhususkan mengenai moral yang benar dan salah. Studi ini berkonsentrasi pada standar moral sebagaimana diterapkan dalam kebijakan, institusi, dan perilaku bisnis ( Valasquez, 2005).
            Dalam menciptakan etika bisnis ada beberapa hal yang perlu diperhatikan, antara lain adalah :
1.      Pengendalian Diri.
2.      Pengembangan Tanggung Jawab Social ( Social Responsibility)
3.      Mempertahankan Jati Diri dan Tidak Mudah untuk Terombang-ambing Oleh Pesatnya Perkembangan Informasi dan Teknologi
4.      Menciptakan Persaingan yang Sehat
5.      Menerapkan Konsep “Pembangunan Berkelanjutan”
6.      Menghindari Sifat 5K ( Katabelece, Kongkalikong, KOneksi, Kolusi, dan Komisi )
7.      Mampu Menyatakan yang Benar Itu Benar
8.      Menumbuhkan Sikap Saling Percaya Antara Golongan Pengusaha Kuat dan Golongan Pengusaha Ke Bawah
9.      Konsekuen dan Konsisten dengan Aturan Main yang Telah Disepakati Bersama
10.  Menumbuhkembangkan Kesadaran dan Rasa Memiliki Terhadap Apa yang Telah Disepakati
11.  Perlu Adanya Sebagian Etika Bisnis yang Dituangkan Dalam Suatu Hukum Positip yang Berupa Peraturan Perundang-undangan
Ada 3 jenis masalah yang dihadapi dalam Etika yaitu :
1.      Sistematik :
Masalah-masalah sistematik dalam etika bisnis  pertanyaan-pertanyaan etis yang muncul mengenai system ekonomi, politik, hokum dan system social lainnya dimana bisnis beroperasi.
2.      Korporasi :
Permasalahan korporasi dalam perusahaan bisnis adalah pertanyaan-pertanyaan yang dalam perusahaan-perusahaan tertentu. Permasalahan ini mencakup pertanyaan tentang moralitas aktivitas, kebijakan, praktik dan struktur organisasional perusahaan individu sebagai keseluruhan.
3.      Individu :
Permasalahan individu dalam etika bisnis adalah pertanyaan yang muncul seputar individu tertentu dalam perusahaan. Masalah ini termasuk pertanyaan tentang moralitas keputusan, tindakan dan karakter individual.

NILAI-NILAI ETIKA BISNIS

NILAI – NILAI ETIKA BISNIS
            Haruslah diyakini bahwa pada daarnya praktek Etika Bisnis akan selalu menguntungkan perusahaan baik untuk jangka menengah maupun jangka panjang, karena :
Ø  Mampu mengurangi biaya akibat dicegahnya kemungkinan terjadinya friksi, baik intern perusahaan maupun dengan eksternal.
Ø  Mampu meningkatkan motifasi pekerja.
Ø  Melindungi prinsip kebebasan berniaga.
Ø  Mampu meningkatkan keunggulan bersaing.
Sedangkan perusahaan yang menjunjung tinggi nilai-nilai Etika Bisnis, pada umumnya termasuk perusahaan yang memiliki peringkat kepuasan bekerja yang tinggi pula, terutama apabila perusahaan tidak mentolerir tindakan yang tidak etis, misalnya diskriminasi dalam system remunerasi atau jenjang karier.
Perlu dipahami, karyawan yang berkualitas adalah asset yang paling berharga bagi perusahaan. Oleh karena itu, perusahaan harus semaksimal mungkin harus mempertahankan karyawannya.
Untuk memudahkan penerapan etika perusahaan dalam kegiatan sehari-hari maka nilai-nilai yang terkandung dalam etika bisnis harus dituangkan kedalam manajemen korporasi yakni dengan cara :
Ø  Menuangkan etika bisnis dalam suatu kode etik (code of conduct).
Ø  Memperkuat system pengawasan.
Ø  Menyelenggarakan pelatihan untuk karyawan secara terus menerus.

RUMUSAN ETIKA BISNIS

RUMUSAN ETIKA BISNIS
Secara sederhana Etika Bisnis adalah cara-cara untuk melakukan kegiatan bisnis, yang mencakup seluruh aspek yang berkaitan dengan individu, perusahaan, industry dan juga masyarakat.
Kesemuanya ini mencakup bagaimana kita menjalankan bisnis secara adil, sesuai dengan hokum yang berlaku, dan tidak tergantung pada kedudukan individu ataupun perusahaan di masyarakat.
Etika Bisnis lebih luas dari ketentuan yang diatur oleh hokum, bahkan merupakan standar yang lebih tinggi dibandingkan standar minimal ketentuan hokum, karena dalam kegiatan bisnis seringkali kita temukan wilayah abu-abu yang tidak diatur, oleh ketentuan hokum.
Von der Embse dan R.A. Wagley dalam artikelnya di Advance Management Journal (1988), memberikan tiga pendekatan dasar dalam merumuskan tingkah laku Etika Bisnis, Yaitu :
Ø  Utilitarian Approach : setiap tindakan harus didasarkan pada konsekuensinya. Oleh karena itu, dalam betindak seseorang seharusnya mengikuti cara-cara yang dapat member manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat, dengan cara yang tidak membahayakan dan dengan biaya serendah-rendahnya.
Ø  Individual Rights approach : setiap orang dalam tindakan kelakuannya memiliki hak dasar yang harus dihormati. Namun tindakan ataupun tingkah laku tersebut harus dihindari apabila diperkirakan akan menyebabkan terjadi benturan dengan hak orang lain.
Ø  Justice Approach : para pembuat keputusan mempunyai kedudukan yang sama, dan bertindak adil dalam memberikan pelayanan kepada pelanggan baik secara perseorangan ataupun secara kelompok.
Etika Bisnis dalam perusahaan memiliki peran yang sangat penting, yaitu untuk membentuk suatu perusahaan yang kokoh dan memiliki daya saing yang tinggi serta mempunyai kemampuan menciptakan nilai (value-creation) yang tinggi, diperlukan suatu landasan yang kokoh.
Biasanya dimulai dari perencanaan strategis, organisasi yang baik, system prosedur yang transparan didukung oleh budaya perusahaan yang andal serta etika perusahaan yang dilaksanakan secara konsisten dan konsekuen.